Orgasme atau puncak kenikmatan saat berhubungan seksual, selalu melibatkan proses yang rumit disemua bagian otak. Peningkatan aktivitas di bagian insular contex otak, membuat wajah orang yang sedang orgasme susah ketebak.
Aktivitas pada bagian tersebut berhubungan dengan penafsiran rasa nyeri di otak. Beberapa penelitian semakin jelas menyimpulkan bahwa di saat seseorang sedang menuju orgasmenya.

Disaat tersebut akan mengalami peningkatan toleransi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memiliki kemampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama Dia sanggup.

Namun, penikmat BDSM akan merasakan rasa sakit yang berbuah kenikmatan. Pasangan tersebut akan menyatukan presepsi dan dikendalikan dengan bentuk penyerahan diri.

Jadi kamu jangan takut untuk bereksplorasi dan mengontol diri untuk menikmati rasa nyeri, asal tidak melibatkan bahan dan alat yang berbahaya. Tetapi bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah menyakitkan si Dia.