Breaking News
recent

Lensa Gokil - UNESCO Tekankan Pendidikan Bukan Sekadar Pintar di Sekolah


Lensa Gokil - Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta menjelaskan ada 3 aspek yang menjadi penilaian kualitas pendidikan yang dilakukan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Akses, quality, equity, itu jadi penting khususnya kesetaraan gender. Antara laki-laki dan perempuan. Di Indonesia enggak ada masalah secara praktis tapi memang semakin tinggi pendidikan, masih banyak mayoritasnya laki-laki khususnya SMK," ungkap Ananto usai acara Laporan Pemantauan Pendidikan Global UNESCO 2016 di Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Tetapi, lanjut dia, masalah gender hanya persoalan budaya masyarakat Indonesia. Namun, Ananto menegaskan, ke depan setelah mencanangkan wajib belajar 12 tahun, masalah ini akan tuntas.

"Report ini berbeda dari report-report sebelumnya bahwa pendidikan, tidak pendidikan untuk pendidikan tapi lebih kepada education for sustainable development," ujar dia.

Program Sustanaible Development Goals (SDG) dari UNESCO ini, kata Ananto, adalah bagaimana mendidik anak-anak bukan hanya sekadar pintar saja tapi juga pendidikan untuk dunia.

"Pendidikan yang kita ajarkan untuk dunia mulai sekarang ke depan adalah pendidikan yang holistik, cinta lingkungan, masalah kesehatan, bagaimana mencegah anak-anak pergi ke kota itu juga melalui jalur pendidikan, itulah yang disebut pendidikan sebagai ibu dari solusi masalah-masalah," papar dia.

Ananto mengatakan, saat ini di Indonesia memiliki kurikulum yang bersifat holistic. Jadi, kata dia belajar matematika bukan hanya untuk matematika, di situ ada muatan-muatan urusan kesehatan dan moral. Belajar biologi bukan hanya biologi, tapi juga ada keluarga berencana dan cinta lingkungan.

"Ini desain pendidikan ke depan yang lebih holistic, komprehensif yang menyangkut aspek-aspek yang lain," imbuh dia.

Sementara Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta Shahbaz Khan mengatakan anak-anak harus tahu alasan mereka belajar yang juga berhubungan dengan lingkungan.

"Lalu juga bagaimana pendidikan dapat mengubah kehidupan mereka dan sekitarnya, saya pikir itu adalah arahannya. Indonesia memiliki potensi yang cukup besar 257 juta penduduk, lebih dari 17 ribu pulau," papar Shahbaz.

"Jadi saya pikir potensinya sangat besar. Jadi alasan UNESCO untuk memilih Indonesia dalam peluncuran report ini sangat penting. Indonesia berada pada posisi ke-4 largest education system di dunia," tegas dia.

Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi pilihan UNESCO untuk melaporkan pendidikan global. Ketiga negara lainnya adalah Inggris, Rwanda, dan Kolumbia.

Hadir pula dalam acara peluncuran laporan UNESCO ini adalah Mendikbud Muhadjir Effendy, Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta Shahbaz Khan, Analis Kebijakan Senior Laporan GEM Dr Manos Antonius, dan Kepala Biro Pelayanan Komunikasi dan Masyarakat Kemendikbud Asianto Sinambela.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Promo Bonus 50% New Member Sportsbook !
Bonus Cashback Sportsbook 5%Tiap minggu !
Promo Casino Rollingan 0,7%
Proses Deposit dan Withdraw cepat, aman, dan Terpecaya !
Mari bergabung bersama kami di www.agenlive.com
Untuk Informasi Selanjutnya silahkan menghubungi CS 24 jam kami
Yahoo Messenger : agen.live@yahoo.com
Blackberry Messenger : 24C30592
Livechat : Tersedia di website kami di www.agenlive.com
Proses Depo/WD Cepat, Aman, dan Terpecaya !



AGENLIVE4D 
Togel Online Terbaik,aman,terpercaya & Menang berapapun di Bayar,Partner Resmi Agenlive.com
Minimal Deposit: 10.000
Minimal Withdraw : 25.000
Pasaran : 
Singapore
Result : http://www.singaporepools.com.sg
Hongkong
Result : http://www.hongkongpools.com
Kanada
Result : http://www.kanadapools.com
Swedia
Result : http://www.swediapools.com

Mari Bergabung Bersama Agenlive4d.com
dan Daftar langsung sekarang ! 


Berita Lainnya
Khatrine Pratama

Khatrine Pratama

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.